Daritadi.Com Metro – Sejumlah warga dan pedagang mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi pasar tradisional di Kota Metro yang dinilai semrawut. Mereka menilai pemerintah terkesan tutup mata terhadap penataan pasar yang semakin memprihatinkan.
Seorang pembeli, Sulastri, mengaku resah dengan kondisi lapak yang tidak tertata dan jalan akses pasar pagi yang kerap macet.
“Kami sudah sering menyampaikan keluhan, tapi belum ada tindakan nyata. Pernah ditata di zaman covid 19, tapi bertahan dua sampai tiga bulan akhirnya kembali lagi seperti ini. Pemerintah seakan-akan diam saja,” ujarnya, Selasa,2/9
Hal senada juga disampaikan Rahmat, warga Metro Pusat. Ia menilai penataan pasar seharusnya menjadi prioritas, sebab menyangkut kenyamanan pedagang dan pembeli.

“Pasar adalah pusat ekonomi masyarakat kecil. Kalau dibiarkan semrawut, jelas merugikan semua pihak,” katanya.
Sambungnya dirinya, menegaskan bahwa pasar tradisional seharusnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah.
“Jika dibiarkan, bukan hanya mengganggu aktivitas ekonomi, tapi juga berpotensi menimbulkan masalah kebersihan dan kesehatan lingkungan,” ujarnya.
Rahmad, berharap Pemkot Metro tidak tutup mata terhadap persoalan tersebut.
“Kami tidak anti terhadap pedagang kecil, tapi pemerintah perlu menata agar semua bisa tertib. Jangan sampai kepentingan ekonomi menyingkirkan hak dasar warga atas ruang publik,” tegas Rahmad.
Warga meminta Pemkot Metro melalui dinas terkait untuk menegakkan peraturan daerah dan menyediakan zona khusus bagi pedagang tanpa mengorbankan hak pengguna jalan. Dan pemerintah segera turun tangan melakukan pembenahan, mulai dari penataan lapak, pengaturan parkir, hingga perbaikan fasilitas umum di kawasan pasar.(Red)
















