DARITADI.COM MUARA ENIM — Menjelang khitanan Risky, putra Syahril, warga Desa Pinang Banjar, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, keluarga menggelar lomba gaple. Kegiatan ini diikuti warga setempat dan peserta dari sejumlah daerah.
Lomba gaple digelar sebagai bagian dari rangkaian menjelang hajatan. Namun bagi keluarga Syahril, permainan tersebut juga menjadi cara sederhana untuk mempererat silaturahmi dan mempertemukan warga dalam suasana santai.
Sejumlah peserta tampak antusias mengikuti pertandingan. Mereka duduk berkelompok memainkan kartu gaple, sesekali diselingi canda dan tawa.
Ketua pelaksana, Mawi, mengatakan lomba gaple mendapat sambutan positif dari masyarakat. Peserta tidak hanya berasal dari Desa Pinang Banjar, tetapi juga datang dari luar daerah.
“Yang paling penting bukan hanya perlombaannya, tetapi kebersamaan dan silaturahminya. Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul dan saling mengenal,” kata Mawi.

Menurut Mawi, kegiatan semacam ini masih relevan untuk menjaga hubungan sosial di tengah masyarakat. Pertandingan menjadi sarana hiburan sekaligus mempererat hubungan antarkampung dan antardaerah.
Tuan rumah, Syahril, mengatakan lomba gaple sengaja digelar menjelang khitanan putranya, Risky. Ia mengaku senang melihat masyarakat antusias datang dan ikut meramaikan kegiatan.
“Selain hiburan, kami ingin melalui lomba gaple ini silaturahmi antarwarga semakin erat. Kami juga senang warga dari luar daerah bisa datang dan ikut bersama-sama,” ujar Syahril.
Syahril berharap seluruh rangkaian kegiatan menjelang khitanan Risky berjalan lancar. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada warga dan peserta yang telah ikut meramaikan kegiatan tersebut.
Bagi warga Pinang Banjar, lomba gaple ini bukan sekadar pertandingan. Di tengah kartu yang dimainkan dan tawa para peserta, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk kembali berkumpul, berbincang, dan menjaga tali persaudaraan. (Adm 02)




