DARITADI.COM Kota Metro – Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Kota Metro menyebut kelangkaan Minyakita yang terjadi di sejumlah wilayah bukan sepenuhnya berada di bawah pengelolaan Bulog, melainkan juga melibatkan pihak distributor atau pihak ketiga.
Kepala Perum Bulog Kancab Kota Metro, Ferdian D Atmaja, mengatakan, distribusi Minyakita saat ini hanya sekitar 35 persen dikelola Bulog, sementara 65 persen lainnya berada di bawah pengelolaan distributor maupun pihak ketiga.
“Untuk penyaluran Minyakita, Bulog hanya mengelola sekitar 35 persen. Sedangkan sisanya, sekitar 65 persen, dikelola distributor atau pihak ketiga,” ujarnya, Selasa, 26/5/2026.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat pengawasan distribusi di lapangan tidak sepenuhnya dapat dikendalikan Bulog, terutama terkait ketersediaan barang hingga harga jual di tingkat pengecer.
Menurutnya, Bulog terus berupaya menjaga ketersediaan stok Minyakita di wilayah kerja Kancab Metro yang meliputi Kota Metro, Lampung Timur dan Lampung Tengah, diprioritaskan distributor di pasar – pasar tradisional serta pasar murah bersama pemerintah daerah.
Meski demikian, pihaknya mengakui adanya kenaikan harga di pasaran yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 15.700 per liter akibat tingginya permintaan dan distribusi yang tidak merata.
Ferdian D Atmaja menjelaskan sejak Januari hingga saat ini pihaknya telah mendistribusikan dan menjual sebanyak 250 ribu liter Minyakita di tiga wilayah, yakni Kota Metro, Lampung Timur, dan Lampung Tengah.

“Untuk stok saat ini masih tersedia sekitar 15 ribu liter dan penyaluran terus berjalan. Dari awal bulan Januari sampai sekarang sudah terjual kurang lebih 250 ribu liter di wilayah Metro, Lampung Timur, dan Lampung Tengah,” ujar Ferdinan
Kemudian, tingginya permintaan masyarakat terhadap Minyakita membuat distribusi terus dilakukan secara bertahap melalui jaringan pengecer maupun operasi pasar yang digelar bersama pemerintah daerah.

Bulog juga mengimbau masyarakat untuk membeli Minyakita di gerai resmi maupun kegiatan pasar murah guna mendapatkan harga sesuai ketentuan pemerintah.
Sebelumnya, sejumlah pedagang di Kota Metro mengeluhkan stok Minyakita mulai langka dan harga jual di tingkat pengecer mencapai Rp 19.500 ribu hingga Rp 20.000 per liter.(A1)










