Daritadi.Com Metro — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Metro mencatat 55 kejadian kebakaran sepanjang Januari – November 2025 Seluruh kasus tersebut berhasil ditangani petugas dengan cepat dan terkendali.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kota Metro, Marwan Hakim, mengatakan kebakaran paling banyak terjadi pada Triwulan III dengan 23 kasus. Sementara itu, pada Triwulan I tercatat 9 kasus, Triwulan II 16 kasus, dan Triwulan IV sebanyak 7 kasus. Selain itu, terdapat satu kejadian kebakaran di luar wilayah Kota Metro.
Marwan Hakim menegaskan prinsip kerja Damkar Metro yang berpegang pada semboyan “Pantang Pulang Sebelum Padam.”
“Setiap laporan kebakaran pasti kami tangani hingga benar-benar padam dan kondisi aman,” ucap Marwan Hakim melalui pesan Singkat Whasapp, Selasa, 24 Desember 2025.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan instalasi listrik tidak sesuai standar, penggunaan kabel sembarangan, serta kelalaian meninggalkan kompor dan peralatan listrik dalam kondisi menyala.
“Gunakan instalasi listrik sesuai standar dan pastikan peralatan listrik dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan. Pencegahan adalah kunci utama,” ujarnya.
Selain melakukan penanganan kebakaran, Damkar Metro juga aktif dalam upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi Program KOMPAK kepada masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk menekan potensi kebakaran dan meminimalkan kerugian, baik material maupun korban jiwa.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami akan terus hadir dengan prinsip pantang pulang sebelum padam,” tegasnya.
Program KOMPAK melibatkan berbagai organisasi masyarakat seperti RT/RW, Linmas, Karang Taruna, serta komunitas relawan lokal. Bentuk kegiatannya meliputi penyusunan Buku Saku KOMPAK, pelatihan dan pembentukan Relawan KOMPAK, serta penguatan jejaring komunikasi dan pelaporan cepat antara masyarakat dan petugas pemadam kebakaran.

Hakim menuturkan, untuk sementara ini, program Kompak baru diterapkan di Kecamatan Metro Pusat dan Metro Timur dan dengan komitmen bersama selanjutnya akan dilaksanakan di semua kecamatan se-Kota Metro.
“Untuk saat ini pilot project penerapan program ini di Kecamatan Metro Pusat dan Metro Timur. Tetapi kedepan nanti akan kita terapkan ke semua kecamatan yang ada di Kota Metro,” tuturnya.
Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam pencegahan serta penanganan awal kebakaran, program ini juga bertujuan mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, khususnya terkait waktu tanggap (response time) sebagaimana diatur dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub-Urusan Kebakaran.
Pemerintah Kota Metro menyambut baik implementasi KOMPAK karena dinilai sejalan dengan misi RPJMD Kota Metro 2025–2029, yakni mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik. Melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat, diharapkan angka kejadian kebakaran dapat ditekan sekaligus meningkatkan rasa aman dan ketahanan lingkungan.
Ke depan, program KOMPAK direncanakan tidak hanya berhenti pada tahap pilot project, tetapi akan diperluas ke seluruh kelurahan di Kota Metro dan dilembagakan sebagai bagian dari sistem pelayanan kebakaran daerah.
Bahkan, program ini diarahkan menjadi model percontohan gerakan masyarakat tanggap kebakaran di Provinsi Lampung.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, KOMPAK diharapkan menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan Kota Metro yang aman, tangguh, dan berdaya menghadapi risiko kebakaran.(Tim)





