Daritadi.com METRO – Kebakaran hebat melanda sebuah panglong kayu di Jalan Imam Bonjol Nomor 80, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Minggu malam, 14 Juni 2026.
Peristiwa tersebut menghanguskan sebagian besar bangunan dan material kayu dengan taksiran kerugian mencapai sekitar Rp500 juta.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Metro, Sri Amanto, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 23.08 WIB dari warga yang melihat kobaran api dan kepulan asap dari lokasi kejadian.

“Begitu menerima laporan, personel langsung bergerak menggunakan Unit 02 dan Unit 03 menuju lokasi. Saat petugas tiba sekitar pukul 23.13 WIB, kondisi api masih sangat besar sehingga upaya pemadaman dilakukan secara maksimal untuk mencegah api merembet ke bangunan di sekitar,” kata Sri Amanto.
Berdasarkan laporan petugas, kebakaran pertama kali diketahui oleh Eka, seorang pegawai Rumah Sakit Bersalin Asih, yang melihat kepulan asap dan api dari area panglong kayu milik Juhedi. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Agus Setiyawan sebelum dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Metro.

Besarnya kobaran api membuat Damkar Metro kembali mengerahkan Unit 01 ke lokasi pada pukul 23.20 WIB untuk membantu proses pemadaman. Petugas kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan hingga kurang lebih tiga jam.
Sri Amanto menjelaskan, dalam operasi tersebut pihaknya menerjunkan tiga unit armada pemadam kebakaran beserta personel gabungan. Proses penanganan juga mendapat dukungan dari kepolisian, PLN, relawan Kopak, serta masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Fokus kami adalah memastikan api benar-benar padam dan tidak menimbulkan titik api baru,” ujarnya, Senin, 15/6/2026.
Dirinya juga menambahkan, kebakaran di Panglong kayu juga melalap sebagian barang toko herbal disampingnya. Akibatnya tim damkar metro meminta bantuan 1 mobil damkar lampung timur.
Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting instalasi listrik yang berada di area panglong kayu. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut.
Sementara itu, pemilik panglong kayu, Juhedi, mengaku terpukul atas musibah yang menimpa usahanya. Menurut dia, sebagian besar stok kayu dan perlengkapan usaha tidak dapat diselamatkan.
“Kami sangat terpukul karena kerugian yang dialami cukup besar. Namun saya bersyukur tidak ada korban jiwa dan berterima kasih kepada petugas Damkar, polisi, relawan, PLN, serta warga yang membantu proses pemadaman,” kata Juhedi.
Setelah memastikan situasi aman dan tidak terdapat potensi kebakaran susulan, seluruh personel kembali ke posko dan tiba pada pukul 02.05 WIB dini hari.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, terutama pada lokasi usaha yang menyimpan material mudah terbakar seperti kayu.(A1)










