50 Relawan Damkarmat Metro Disiapkan Jadi Garda Terdepan Penanganan Kebakaran.

DARITADI.COM METRO — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Metro menggandeng organisasi masyarakat membentuk relawan pemadam kebakaran di lima kecamatan.

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus memperkuat edukasi pencegahan di tingkat kelurahan.

Relawan yang tergabung dalam Kompak (Komunitas Relawan Damkarmat) melibatkan pamong, Linmas, Karang Taruna, serta komunitas Indonesia Emergency Assistance (IEA). Sebanyak 50 relawan disiapkan untuk menjadi garda terdepan ketika terjadi keadaan darurat di wilayah masing-masing.

Para relawan mendapatkan pembekalan mengenai pencegahan dan penanganan awal kebakaran. Materi pelatihan antara lain penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), teknik pemadaman, vertical rescue, serta penanganan hewan melata yang masuk ke permukiman warga.

Kepala Damkarmat Kota Metro Sri Amanto mengatakan relawan diharapkan tidak hanya membantu saat kebakaran terjadi, tetapi juga berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Relawan ini diharapkan menjadi petugas pemadam di wilayah masing-masing. Mereka bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, mulai dari pencegahan, penanganan awal ketika terjadi kebakaran, hingga membantu mensterilkan lokasi,” kata Sri Amanto, Kamis, 8/10/2026.

Menurut dia, keberadaan relawan di setiap kelurahan dapat mempercepat respons sebelum petugas Damkarmat tiba di lokasi. Relawan dapat melakukan tindakan awal sekaligus membuka akses menuju titik kebakaran.

“Ketika petugas Damkarmat datang, lokasi sudah lebih mudah dimasuki sehingga response time dapat tercapai,” ujarnya.

Program tersebut mencakup lima kecamatan di Kota Metro dengan relawan yang ditempatkan di setiap kelurahan. Mereka diharapkan menjadi penghubung antara masyarakat dan petugas Damkarmat dalam menghadapi potensi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.

Salah satu anggota Kompak Metro Pusat, Suwandi, mengatakan keberadaan relawan penting karena mereka berada lebih dekat dengan lingkungan masyarakat.

“Ketika ada kejadian, kami bisa melakukan penanganan awal sambil menunggu petugas Damkarmat tiba. Selain itu, kami juga bisa mengingatkan masyarakat tentang pentingnya pencegahan kebakaran,” kata Suwandi.

Ia berharap pelatihan yang diberikan dapat meningkatkan kemampuan relawan dalam menghadapi situasi darurat sekaligus membantu masyarakat memahami langkah yang harus dilakukan ketika kebakaran terjadi.

Dengan pembentukan relawan di tingkat kelurahan, Damkarmat Kota Metro berharap penanganan kebakaran tidak hanya bergantung pada petugas yang datang setelah laporan diterima. Respons awal dari masyarakat diharapkan dapat menekan risiko kebakaran meluas dan mempercepat proses pemadaman.(Adm 05)