Daritadi.com METRO — Pemerintah Kota Metro menegaskan pentingnya kualitas data hasil Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) sebagai fondasi dalam menyusun dan mengevaluasi kebijakan pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso saat menghadiri Monitoring dan Evaluasi (Monev) SE2026 Kota Metro, Rabu, 19 Agustus 2026, mulai pukul 13.00 WIB.
Bambang mengatakan SE2026 tidak sekadar menjadi kegiatan pendataan statistik, tetapi merupakan investasi data yang dapat membantu pemerintah memahami kondisi ekonomi masyarakat sekaligus menentukan arah pembangunan secara lebih tepat.
“Data yang baik akan menghasilkan perencanaan yang baik. Data SE2026 nantinya sangat penting bagi Pemerintah Kota Metro, baik untuk menyusun perencanaan maupun melakukan evaluasi terhadap kebijakan dan program pemerintah,” kata Bambang.
Menurut dia, informasi mengenai kondisi usaha, aktivitas ekonomi masyarakat, karakteristik rumah tangga hingga sektor pertanian akan menjadi bahan strategis dalam menentukan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Bambang juga meminta seluruh petugas SE2026 tidak hanya mengejar target penyelesaian pendataan. Menurut dia, akurasi dan kesesuaian data dengan kondisi sebenarnya di lapangan jauh lebih penting.
“Jangan hanya mengejar selesai. Yang paling penting adalah data yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan,” ujarnya.
BPS Evaluasi Kinerja Petugas
Kegiatan Monev juga dimanfaatkan Kepala BPS Kota Metro Arum Purbowati untuk mengevaluasi perkembangan pelaksanaan SE2026 di lapangan.
Evaluasi dilakukan terhadap Petugas Pendataan Lapangan (PPL) serta Pengawas/Pemeriksa Lapangan (PML). Penilaian tidak hanya berdasarkan capaian pendataan, tetapi juga menggunakan sejumlah indikator kinerja yang tersedia dalam sistem FASIH.
BPS Kota Metro turut mencermati kondisi faktual di masing-masing wilayah kerja. Di antaranya rata-rata jumlah usaha yang didata, jumlah rumah tangga, serta keberadaan dan kondisi usaha pertanian.
Arum mengatakan karakteristik setiap wilayah kerja petugas berbeda. Karena itu, capaian pendataan tidak bisa hanya dinilai berdasarkan angka penyelesaian.
“Setiap petugas memiliki karakteristik wilayah kerja yang berbeda. Karena itu, kita tidak hanya melihat angka capaian, tetapi juga mencermati kondisi lapangan, jumlah rumah tangga, jumlah usaha, termasuk usaha pertanian,” kata Arum.
Dia mengatakan evaluasi tersebut diperlukan untuk memastikan capaian pendataan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi di wilayah masing-masing.
Kejar Akurasi, Bukan Sekadar Target
BPS Kota Metro terus mendorong PPL dan PML memperkuat koordinasi serta melakukan pemeriksaan secara cermat terhadap hasil pendataan. Temuan di lapangan juga diminta segera ditindaklanjuti untuk meminimalkan kesalahan maupun data yang belum lengkap.
Monev sekaligus menjadi sarana memberikan apresiasi kepada petugas yang menunjukkan kinerja baik serta memberikan penguatan terhadap wilayah yang masih membutuhkan perhatian.
Bagi Pemerintah Kota Metro, keberhasilan SE2026 tidak hanya ditentukan oleh kecepatan penyelesaian pendataan. Lebih dari itu, keberhasilan diukur dari kualitas dan akurasi data yang berhasil dihimpun.
Data tersebut nantinya diharapkan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai struktur dan aktivitas ekonomi Kota Metro. Informasi itu dapat menjadi bahan pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan, mengembangkan sektor usaha, menyusun program intervensi, serta mengevaluasi efektivitas kebijakan.
Sinergi antara BPS, Pemerintah Kota Metro, PML, PPL, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar SE2026 menghasilkan data ekonomi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan data yang berkualitas, pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil kebijakan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat Kota Metro. (Adm)
