DARITADI.COM Metro – Kelangkaan minyak goreng rakyat merek Minyakita mulai dikeluhkan warga Kota Metro dalam beberapa bulan terakhir. Selain sulit ditemukan di sejumlah warung dan toko kelontong, harga jual Minyakita juga dilaporkan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pengecer, Pasar Kopindo harga Minyakita saat ini berkisar antara Rp 19.500 hingga Rp 20.000 per liter, lebih tinggi dibandingkan HET yang berlaku.

Warga Metro Pusat, Suharni, mengaku kesulitan memperoleh Minyakita dengan harga terjangkau. Di tengah kondisi tersebut, beredar informasi di masyarakat bahwa berkurangnya pasokan diduga berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan minyak goreng untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami biasanya membeli Minyakita karena harganya lebih murah. Sekarang susah dicari, kalau ada harganya sudah mahal. Kami mendengar informasi stok banyak terserap untuk kebutuhan SPPG,” kata Suharni, Jumat,5/6/2026.

Suharni meminta pemerintah segera melakukan pengecekan terhadap jalur distribusi agar pasokan kembali normal dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok.

“Kami berharap ada pengawasan sehingga barang tersedia dan harganya kembali sesuai ketentuan,” ujarnya.

Sementara itu, pengecer pasar Kopindo, Heri, harga Minyakita saat ini dijual di kisaran Rp19.500 hingga Rp 20.000 per liter, atau di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

“Barangnya ada, tapi sedikit dan cepat habis. Harga dari distributor juga sudah naik Rp 19.500 jadi kami terpaksa menjual di atas HET,” ujar Heri.

Selain itu, dirinya mengaku pasokan Minyakita yang mereka terima dari distributor mengalami penurunan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

“Biasanya stok datang rutin dan jumlahnya cukup, tetapi sekarang lebih sedikit. Akibatnya barang cepat habis dan harga ikut naik,” imbuhnya.

Menurut dia, informasi yang beredar di kalangan pedagang menyebutkan adanya peningkatan permintaan dari berbagai pihak, termasuk kebutuhan dapur SPPG. Namun demikian, pihaknya tidak dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Kami hanya menerima barang dari pemasok. Yang jelas stok berkurang dan harga beli kami juga lebih tinggi,” katanya.

Baik warga dan pengecer lainnya berharap instansi terkait melakukan pengawasan terhadap distribusi Minyakita guna memastikan tidak terjadi penumpukan stok pada pihak tertentu yang berpotensi mengganggu ketersediaan barang di tingkat masyarakat.

Pemerintah segera memberikan penjelasan terkait penyebab kelangkaan Minyakita sekaligus mengambil langkah untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di pasaran.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak distributor terkait informasi yang beredar mengenai penyebab berkurangnya pasokan Minyakita di Kota Metro.(Red/A1)