Damkar dan Penyelamatan Kota Metro Sosialisasikan Pencegahan Kebakaran ke BPJS Kesehatan

DARITADI.COM METRO, Lampung — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Metro, sosialisasi pencegahan dan penanganan kebakaran di kantor BPJS Kesehatan Kota Metro guna upaya meningkatkan kesiapsiagaan pegawai dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan kerja, Jumat, 22/5/2026.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran pegawai BPJS Kesehatan Kota Metro dengan materi mengenai langkah awal penanganan api, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), hingga prosedur evakuasi saat terjadi keadaan darurat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Metro, Sri Amanto melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Penyelamatan, Wilastri, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari program edukasi kepada instansi pemerintah maupun swasta guna meminimalisasi risiko kebakaran.

“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kesadaran serta kemampuan pegawai dalam menghadapi situasi darurat kebakaran. Penanganan awal sangat penting untuk mencegah api membesar,” kata Wilastri.

Sementara itu, menurut Kabid pencegahan Damkar setempat, Selamat, lingkungan perkantoran memiliki potensi risiko kebakaran yang dapat dipicu korsleting listrik maupun kelalaian penggunaan peralatan elektronik sehingga diperlukan pemahaman dasar terkait keselamatan kebakaran.

“Pencegahan menjadi langkah utama. Kami mengimbau seluruh pegawai agar rutin memeriksa instalasi listrik, tidak menumpuk colokan listrik berlebihan, serta memahami titik evakuasi dan penggunaan APAR di lingkungan kantor,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas Damkar juga memberikan simulasi penggunaan APAR serta tata cara evakuasi mandiri apabila terjadi kebakaran di dalam gedung.

Kepala BPJS Kesehatan Kota Metro, dr. Rizki Ananta, menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut karena dinilai memberikan pengetahuan penting bagi pegawai dalam menjaga keselamatan kerja.

“Kami mengapresiasi kegiatan dari Damkar Kota Metro ini. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat agar seluruh pegawai memahami langkah-langkah penanganan awal kebakaran dan dapat bertindak cepat saat kondisi darurat,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala guna memperkuat budaya keselamatan dan kesiapsiagaan di lingkungan kerja.(A1)