“Kadang kami harus meninggalkan keluarga di momen penting. Tapi ini sudah menjadi pilihan dan tanggung jawab kami,”
Daritadi.Com Metro — Di balik deru sirene dan kobaran api, ada kisah-kisah pengorbanan yang jarang terlihat dari para petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di Kota Metro. Mereka bukan hanya pemadam api, tetapi juga garda terdepan yang selalu hadir saat masyarakat berada dalam situasi darurat.
Setiap panggilan tugas bisa datang kapan saja—pagi, siang, bahkan di tengah malam ketika sebagian besar orang terlelap atau berkumpul bersama keluarga.
Tanpa ragu, para petugas Damkar harus segera berangkat, meninggalkan rumah dan orang-orang tercinta demi menyelamatkan nyawa serta harta benda warga.

Bagi mereka, seragam yang dikenakan bukan sekadar pakaian dinas, melainkan simbol tanggung jawab besar.
Tidak hanya menghadapi kebakaran, mereka juga kerap melakukan evakuasi hewan liar, menolong korban kecelakaan, hingga membantu berbagai kondisi darurat lainnya.
Namun, di balik dedikasi itu, ada konsekuensi yang harus dibayar. Momen kebersamaan dengan keluarga sering kali terlewatkan.

Hari raya, ulang tahun anak, hingga waktu istirahat menjadi hal yang harus dikorbankan demi menjalankan tugas.
“Kadang kami harus meninggalkan keluarga di momen penting. Tapi ini sudah menjadi pilihan dan tanggung jawab kami,” ujar salah satu petugas Damkar.
Meski demikian, rasa lelah dan rindu seolah terbayar ketika melihat warga yang berhasil diselamatkan. Senyum dan ucapan terima kasih dari masyarakat menjadi energi tersendiri bagi para petugas untuk terus menjalankan tugasnya.

Profesi sebagai petugas Damkar memang penuh risiko dan pengorbanan. Namun, dengan keberanian dan keikhlasan, mereka tetap berdiri di garis depan, memastikan masyarakat merasa aman di tengah berbagai ancaman.
Di balik setiap keberhasilan penyelamatan, ada cerita tentang keberanian, ketulusan, dan pengorbanan termasuk pengorbanan untuk keluarga yang mereka cintai.(A1)





