Daritadi.Com METRO – Pemandangan berbeda terlihat di Jalan Diponegoro, Ahmad Yani, dan Dr Sutomo serta ki Hajar Dewantara setiap sore selama bulan Ramadhan. Ruas jalan yang biasanya dipadati kendaraan itu berubah menjadi pasar dadakan yang dipenuhi pedagang takjil dan warga yang berburu menu berbuka puasa.
Sejak pukul 15.30 WIB, lapak-lapak sederhana mulai berjejer di sisi jalan. Pedagang menjajakan beragam makanan dan minuman, mulai dari kolak pisang, es buah, gorengan, hingga lauk pauk siap santap. Kepadatan meningkat menjelang waktu berbuka, membuat arus lalu lintas melambat.
“Kalau Ramadhan seperti ini memang ramai sekali. Pembeli datang dari berbagai kelurahan,” ujar nana, salah satu pedagang minuman, Senin, 23 Februari 2026.
Menurutnya, omzet selama Ramadhan bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa. Ia mengaku momentum ini menjadi kesempatan bagi pedagang kecil untuk meraih tambahan penghasilan.
Warga yang datang mengaku senang dengan keberadaan pasar dadakan tersebut karena memudahkan mereka mencari menu berbuka dalam satu lokasi. “Praktis, tidak perlu jauh-jauh. Pilihannya juga banyak,” kata Siswanto, warga Metro Pusat.
Namun, fenomena ini juga menimbulkan konsekuensi berupa kemacetan dan penumpukan kendaraan di tepi jalan. Beberapa pengendara harus memperlambat laju kendaraan karena banyaknya pembeli yang menyeberang.
Sejumlah warga berharap ada pengaturan dari pihak terkait agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas. “Kalau bisa ditata lebih rapi, mungkin diberi batas area atau rekayasa lalu lintas,” ujar seorang warga lainnya.
Meski demikian, pasar dadakan di Jalan Diponegoro menjadi bagian dari dinamika Ramadhan di Kota Metro. Selain menggerakkan roda ekonomi masyarakat kecil, suasana tersebut menambah semarak dan kebersamaan menjelang waktu berbuka puasa.(A1)





