Daritadi.Com METRO —Memasuki bulan suci Ramadan, permintaan kolang-kaling di Kota Metro meningkat signifikan. Salah satu pengusaha yang merasakan lonjakan tersebut adalah Adi Hartadi, pelaku usaha kolang-kaling asal Metro Timur, yang kini kebanjiran pesanan dari pedagang takjil lokal maupun luar kota.
Adi Hartadi mengatakan peningkatan permintaan dari luar daerah dan pasar tradisional sudah terlihat sejak awal puasa “Biasanya permintaan stabil, tapi masuk bulan Ramadan ini naik hampir dua kali lipat. Banyak pedagang kolak dan es buah mulai memesan lebih awal,” kata Adi saat ditemui di tempat produksinya, Minggu, 22 Februari 2026.

Menurut dia, dalam kondisi normal ia memproduksi sekitar 100 hingga 200 kilogram per hari. Namun menjelang Ramadhan, produksinya meningkat hingga lebih dari 1 ton per hari untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Kolang-kaling menjadi bahan favorit saat Ramadan karena sering diolah menjadi kolak pisang, es campur, maupun manisan untuk berbuka puasa. Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang segar membuat komoditas ini banyak diburu masyarakat.

Adi memastikan kualitas produk tetap menjadi prioritas meski produksi meningkat. Ia memilih bahan baku dari biji aren yang segar serta menjaga kebersihan proses pengolahan. “Kami ingin pembeli puas, apalagi ini momen Ramadhan, jadi kualitas harus tetap terjaga,” ujarnya.
Harga jual kolang-kaling saat ini berkisar antara Rp 13 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram, tergantung ukuran dan tingkat kebersihan. Ia berharap tren positif ini terus berlanjut hingga puncak Ramadan.
Sejumlah pedagang takjil di Lampung Tengah, Rudi, mengakui kolang-kaling menjadi salah satu bahan yang paling dicari menjelang puasa. Lonjakan permintaan tersebut memberi berkah tersendiri bagi pelaku usaha lokal seperti Adi Hartadi.(A1)





