Beranda Bandar Lampung Harga Cabai Semakin Pedas di Metro, Dua pekan terakhir

Harga Cabai Semakin Pedas di Metro, Dua pekan terakhir

59
0

Daritadi.Com Metro — Lonjakan harga bahan pokok kembali terjadi di sejumlah pasar tradisional dalam dua pekan terakhir. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan signifikan, terutama kelompok cabai yang disebut pedagang sebagai pemicu utama meningkatnya biaya belanja harian masyarakat.

Di Pasar Tradisional Kopindo Metro, cabai merah menjadi komoditas dengan kenaikan paling drastis. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram, kini melambung hingga Rp 80 ribu per kilogram. Kenaikan serupa terjadi pada cabai caplak, yang melonjak dari Rp 35 ribu menjadi Rp 80 ribu per kilogram.

Cabai lainnya pun tak luput dari kenaikan. Cabai rawit biasa naik dari Rp 35 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram, sementara rawit ranau terdongkrak dari Rp 40 ribu ke Rp 60 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai hijau yang sebelumnya relatif stabil, kini naik dari Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

“Sudah dua minggu harga naik terus, terutama cabai. Pasokan dari petani katanya berkurang karena cuaca tidak menentu,” ujar Tini, salah satu pedagang sayur di Pasar Metro, Senin 8/12/2025.

Tidak hanya cabai, kenaikan juga terjadi pada komoditas lain. Bawang merah yang semula Rp 35 ribu, kini mencapai Rp 50 ribu per kilogram. Sementara bawang putih masih bertahan di harga Rp 34 ribu per kilogram.

Di sisi protein, harga ikan dan daging ayam juga mengalami kenaikan. Ikan tongkol naik dari Rp 23 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram, sedangkan ayam potong melompat dari Rp 32 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Sejumlah pedagang menilai kenaikan ini dipicu berkurangnya pasokan akibat kondisi cuaca serta meningkatnya biaya distribusi. Sementara masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga menjelang akhir tahun.

“Kami hanya bisa menyesuaikan harga. Pembeli juga banyak yang mengeluh karena hampir semua barang naik,” kata seorang pedagang lainnya.

Hingga kini, pemerintah daerah belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyebab kenaikan sejumlah komoditas tersebut. Namun, warga berharap operasi pasar atau intervensi harga dapat segera dilakukan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.(Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini