Daritadi com Metro Lampung – Kondisi penataan pedagang di kawasan Pasar Kopindo Jalan Agus Salim dan Jln Cuk Nyak Dien, Kota Metro, kembali menuai sorotan
Sejumlah warga mengeluhkan kesemrawutan lapak pedagang kaki lima yang kini semakin meluas hingga ke badan trotoar, sehingga hak pejalan kaki seolah terabaikan.
Dari pantauan di lapangan, hampir setiap sisi jalan di sekitar jalan Agus Salim dan Jalan Cuk Nyak Dien dipenuhi pedagang yang berjualan di atas trotoar dan bahu jalan.

Kondisi ini mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga memaksa pejalan kaki untuk berjalan di badan jalan yang semestinya menjadi area kendaraan.
“Setiap hari saya lewat sini mau ke tempat kerja, tapi susah sekali jalan di trotoar karena penuh lapak. Padahal itu hak pejalan kaki,” keluh Rini (32), salah satu warga Metro Pusat, Kamis (16/10).

Warga menilai Pemkot Metro terkesan kurang tegas dalam menata kawasan pasar, padahal lokasi tersebut merupakan pusat aktivitas ekonomi kota. Jika dibiarkan, kesemrawutan ini tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga menurunkan estetika kota yang dikenal sebagai “Kota Pendidikan”.
sementara itu, Tokoh Masyarakat Yudha setempat, menilai bahwa pemerintah perlu segera menertibkan kawasan tersebut dengan pendekatan yang humanis namun tegas.

“Pedagang tentu butuh tempat mencari nafkah, tapi hak pejalan kaki juga harus dilindungi. Pemerintah harus menyediakan zona khusus agar pedagang bisa tertata tanpa mengganggu ruang publik,” ujarnya.
Hingga kini, belum terlihat langkah konkret dari dinas terkait dalam melakukan penataan ulang. Sementara warga berharap Pemkot Metro dapat segera bertindak agar kawasan Pasar Kopindo kembali tertib dan nyaman bagi semua pihak.(Red)





